Bagi banyak orang di dunia, gambaran Thailand di akhir tahun bukanlah pantai atau kuil megah, melainkan pemandangan menakjubkan ribuan lentera yang melayang di langit malam Chiang Mai.
Cahaya oranye hangat yang perlahan naik ke angkasa telah menjadi salah satu simbol festival paling terkenal di Asia. Namun, Yi Peng jauh lebih dari sekadar pelepasan lentera.
Apa Itu Yi Peng?
Nama “Yi Peng” berasal dari bahasa Lanna: “Yi” berarti dua dan “Peng” merujuk pada hari bulan purnama.
Festival ini jatuh pada bulan purnama kedua dalam kalender tradisional Lanna, yang biasanya berlangsung bersamaan dengan Loy Krathong. Meski waktunya serupa, keduanya berasal dari akar budaya yang berbeda.
Banyak wisatawan sering tertukar antara Loy Krathong dan Yi Peng, padahal keduanya memiliki tradisi yang unik.
Lebih dari Sekadar Lentera Terbang
Walaupun lentera terbang (khom loi) menjadi simbol paling ikonik, inti festival ini bukan hanya tentang menerbangkannya ke langit.
Yi Peng adalah tentang mempersembahkan cahaya, mengumpulkan pahala, tradisi Buddha, dan melepaskan segala hal buruk dari hidup. Lentera ini membawa makna spiritual yang jauh lebih dalam daripada sekadar keindahan visual.
Selama festival, rumah-rumah, kuil, jalanan, dan komunitas setempat dihiasi dengan lentera dan lilin, mengubah atmosfer Chiang Mai menjadi sesuatu yang luar biasa.
Chiang Mai Saat Yi Peng
Hal paling unik dari Yi Peng adalah bagaimana seluruh kota larut dalam suasana yang sama secara bersamaan.
Kota tua, area kuil, sekitar parit kota, dan Sungai Ping dipenuhi lentera, lilin, dan dekorasi Lanna. Banyak kuil mengadakan upacara doa dan pajangan cahaya, membuat Chiang Mai terasa sangat berbeda dari biasanya.
Bagi banyak orang, Yi Peng adalah saat Chiang Mai terasa paling magis dan indah.
Keajaiban Pemandangan Lentera
Adegan ribuan lentera yang memenuhi langit biasanya berasal dari acara khusus yang diselenggarakan di area tertentu di sekitar Chiang Mai.
Bukan berarti seluruh kota melepas lentera bersamaan. Banyak area di pusat kota memiliki pembatasan ketat demi alasan keamanan, terutama karena lokasinya yang dekat dengan bandara Chiang Mai.
Pariwisata Modern dan Tradisi
Yi Peng awalnya hanyalah tradisi lokal masyarakat Lanna. Seiring dengan popularitas foto-foto lentera yang mendunia, festival ini pun tumbuh menjadi salah satu ikon wisata Thailand.
Kini, ada banyak acara besar, tempat foto populer, dan paket wisata bagi pengunjung internasional, namun di sisi lain, banyak kuil dan komunitas lokal tetap menjalankan upacara tradisional yang tenang.
Keamanan dan Lingkungan
Meski sangat indah, lentera terbang membawa tantangan seperti risiko kebakaran, keselamatan penerbangan, dan limbah.
Oleh karena itu, Chiang Mai menerapkan aturan ketat mengenai zona, waktu, dan standar keselamatan tahunan bagi mereka yang ingin melepas lentera.
Banyak kuil lebih fokus pada cahaya lilin dan doa daripada lentera terbang.
Lentera massal biasanya diadakan di tempat khusus di luar pusat kota.
Regulasi ketat diberlakukan untuk melindungi lalu lintas udara dan mencegah kebakaran.
Melampaui Media Sosial
Walaupun Yi Peng sering dibagikan di media sosial sebagai pesta besar, bagi warga lokal, festival ini tetap berkaitan erat dengan kuil dan perolehan pahala.
Banyak area masih melestarikan upacara Lanna asli, seperti menyalakan pelita tanah liat (phang pratheep), doa, dan persembahan lentera di kuil.
Tips untuk Wisatawan
Tidak semua area mengizinkan pelepasan lentera, jadi selalu periksa aturan setempat sebelum berpartisipasi.
Yi Peng adalah musim wisata tersibuk di Chiang Mai; hotel cepat penuh dan lalu lintas bisa sangat padat.
Jangan hanya terpaku pada lentera di langit. Pengalaman yang paling menyentuh justru sering ditemukan di dalam kuil Lanna yang dipenuhi cahaya lilin dan lentera gantung.
Malam Saat Chiang Mai Berubah
Yi Peng istimewa bukan hanya karena pemandangannya, tapi karena perasaan bahwa seluruh kota melambat sejenak secara bersamaan.
Cahaya hangat memenuhi jalan, orang kembali ke kuil, dan suasana budaya Lanna yang tua kembali hidup di Chiang Mai.
Meskipun sudah mendunia, Yi Peng tetaplah festival tentang cahaya, keyakinan, dan komunitas.

